Info HIV & AIDS

Apa Hubungannya dengan Penularan HIV-AIDS?

Ingin Hubungan Seks Beresiko atau Aman ?

Yuni Ambara | Jumat, 12 Juli 2013 - 09:13:55 WIB | dibaca: 515 pembaca

Apabila melakukan hubungan seks beresiko haruslah selalu menggunakan Kondom

Mereka yang sering melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan, pastilah selalu mengharapkan hubungan seks yang dilakukan dengan pasangan tetapnya senantiasa aman. Dalam situs baliagainstaids.org diungkapkan, pada saat melakukan hubungan seksual, akan aman jika anda dapat menghindari terjadinya kontak cairan tubuh seperti darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Intinya adalah Lebih baik aman daripada menyesal!

Oleh karena itu, penggunaan kondom pada saat melakukan aktivitas seksual merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan permukaan pada mulut, vagina, penis, dan anus sangatlah halus sehingga kemungkinan untuk terjadi perlukaan sangatlah besar. Perlukaan inilah yang dapat menjadi pintu masuk dari virus HIV atau bakteri dan virus penyebab IMS (Infeksi Menular Seksual). Dibawah ini akan dijelaskan beberapa tindakan beresiko dalam berhubungan seks dan rentan terinfeksi HIV-AIDS.***

Tindakan beresiko

Berikut adalah tindakan-tindakan yang dapat memperbesar resiko penularan:
 
  • Seseorang yang memiliki lebih dari 1 pasangan  seksual akan memiliki resiko lebih tinggi untuk      terjangkit HIV-AIDS.
  • Penyalahgunaan narkoba dan kelebihan mengkonsumsi alcohol dapat merubah cara berpikir dan cara anda bertindak dibandingkan pada saat anda berada pada keadaan sadar.
  • Penggunaan narkoba suntik dapat meningkatkan resiko tertular HIV jika anda menggunakan jarum suntiknya secara bergantian. Agar terhindar dari resiko penularan, sangat disarankanuntuk menggunakan jarum suntik yang baru, bersih dan steril pada saat melakukan injeksi.
  • Melakukan anal seks dapat meningkatkan resiko penularan dikarenakan anus memiliki permukaan kulit yang sangat halus.
  • Ketika anda tinggal di Negara dengan kasus HIV yang tinggi dan akses terhadap kondom kurang, hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah tidak melakukan hubungan seksual sama sekaliApakah hal ini realistik atau tidak merupakan cerita lain, tapi yang jelas kami sudah  memperingatkan anda.

Terakhir, tips penting yang dapat kami berikan kepada anda adalah: selalu gunakan kondom baru pada saat melakukan hubungan seksual! Mengolah kembali merupakan hal yang baik, tapi bukan pada saat kesehatan anda dan pasangan anda sedang dipertaruhkan.***

Penularan

HIV dapat menular jika darah, cairan sperma, dan cairan vagina masuk ke dalam aliran darah anda. Kebanyakan kasus infeksi HIV terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman (vaginal, anal, oral) dengan orang yang telah positif HIV. Namun ada juga perilaku yang dapat menularkan HIV seperti penggunaan jarum suntik yang tidak steril atau digunakan secara bergantian, serta dari ibu yang positif HIV dapat menularkan ke anaknya melalui proses kehamilan, melahirkan dan menyusui.
 
Selain hal-hal tersebut, tidak ada lagi tindakan lagi yang dapat menularkan HIV-AIDS. Kontak sosial seperti berjabat tangan, berpelukan, dan makan bersama tidak dapat menularkan HIV. Terakhir, tips penting yang dapat kami berikan kepada anda adalah: selalu gunakan kondom baru pada saat melakukan hubungan seksual! Mengolah kembali merupakan hal yang baik, tapi bukan pada saat kesehatan anda dan pasangan anda sedang dipertaruhkan.

Siapa yang terinfeksi HIV?

Semua orang dapat terinfeksi HIV karena virus HIV tidak membeda-bedakan seseorang. Infeksi HIV tidak berhenti berkembang sejak 25 tahun dan semakin banyak menginfeksi remaja (hampir sebagian orang yang terinfeksi tahun lalu berusia diantara 15-24 tahun).
 
Hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik membuat kamu lebih berisiko untuk terinfeksi. HIV dan AIDS tidak terlihat dari tampilan fisik seseorang, ini hampir tidak mungkin untuk diketahui siapa yang terinfeksi, jadi pencegahan adalah suatu kebutuhan.

Lakukan Tes dan Tetaplah Tenang

Melakukan tes HIV adalah cara terbaik dan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kamu HIV positif. Jika kamu melakukan perilaku berisiko, lakukan tes. Hasil yang negatif akan menjadi bagus, tapi jika positif, kamu setidaknya akan mendapatkan akses untuk pengobatan yang tepat secepatnya dan hidup kamu akan menjadi lebih mudah dan lebih lama.
 
Infeksi HIV dapat terdeteksi setelah tiga bulan saat terinfeksi virus, namun kadang-kadang dapat mebutuhkan waktu lebih dari enam bulan untuk mendeteksinya dengan tepat. Untuk memastikan 100%, lakukan tes enam bulan setelah kamu meakukan perilaku berisiko dan selama itu lakukanlah seks yang aman(menggunakan kondom).

Apa Yang dilakukan Jika Mendapatkan Hasil Tes

Pertama tetaplah tenang, merasa khawatir tidak akan membantu; ketika kamu mendapatkan hasil tes HIV-mu kamu harus siap menghadapinya, apapun hasilnya.

Apabila Anda adalah HIV negatif :

Tetap melakukan perilaku seks yang aman dengan menggunakan kondom secara benar. Dalam pemakaian narkoba suntik, kamu harus yakin bahwa peralatan yang kamu gunakan sudah steril sebelum digunakan. Kamu harus melakukan tes ulang enam bulan kemudian setelah kamu menerima hasilnya.

Apabila Anda adalah HIV positif :

Dapatkan pengobatan medis secepat mungkin untuk menjaga kesehatanmu dan memperlambat untuk masuk ke stadium AIDS. Langkah berikutnya yang dilakukan adalah menghubungi orang yang ahli dalam pengobatan HIV, serta menemukan dukungan yang dapat membantu psikologismu. Kebiasaanmu dalam mengonsumsi narkoba, alkohol dan merokok harus dikurangi karena dapat melemahkan sistem imunmu, jadilah baik untuk tubuhmu sendiri.
 
Terakhir, pastikan kamu tidak terinfeksi tuberkulosis pada saat yang sama ketika kamu terinfeksi HIV (ini sering terjadi secara bersamaan); lakukan tes segera, ini adalah cara untuk mendapatkan pengobatan sehingga terhindar dari TBC.
 
 
Bagaimana dan kapan HIV berubah menjadi AIDS?

Pada orang yang telah terinfeksi, HIV dapat berubah menjadi AIDS pada suatu titik tertentu. Namun AIDS bisa berkembang lambat atau cepat tergantung dari gaya hidup dan tindakan pengobatan yang dilakukan oleh orang tersebut. Jika anda memiliki kebiasaan merokok, terlalu sering mengkonsumsi minum-minuman beralkohol  atau pernah terinfeksi penyakit seksual sebelumnya, maka anda harus lebih waspada karena faktor-faktor tersebut dapat melemahkan system imun tubuh anda.

HIV  benar-benar akan berkembang menjadi AIDS ketika sel T anda berada dibawah 200 atau 14%. Ini berarti, HIV telah mengambil alih dan menyebabkan system imun melemah, yang menyebabkan anda menjadi lebih mudah untuk terserang infeksi lainnya.

Bagaimana Cara Memakai Kondom yang Baik dan Benar

  1. Letakkan kondom di tempat yang sejuk.
  2. Perhatikan tanggal kadarluasa kondom. Jika masih bisa digunakan, bukalah kondom secara hati-hati (jangan gunakan gigi untuk membuka) dan keluarkan kondom dari pembungkusnya.
  3. Tekan ujung kondom sampai udara yang ada keluar menggunakan jari dan letakkan kondom diujung penis yang telah ereksi.
  4. Pastikan posisi kondom tepat diujung penis, kemudian tarik kondom sampai pangkal penis
  5. Jangan gunakan pelicin yang berbahan dasar minyak seperti body lotion, minyak goreng, karena itu dapat merusak kondom dan membuat kondom menjadi tidak aman untuk digunakan.
  6. Sekarang giliran anda! Nikmatilah bercinta dengan pasangan anda! Ketika anda sudah selesai, jangan lupa untuk menarik kondom yang membungkus penis, pegang ujung bawah kondom untuk mencegah sperma agar tidak tumpah.
  7. Mungkin ini tidak perlu lagi kami beritahukan kepada anda, tapi ingat 1 kondom hanya untuk 1 kali pakai.*** Dirangkum oleh Ambara.










Komentar Via Website : 2
koperasi
05 April 2014 - 00:00:59 WIB
Informasi yang anda berikan sungguh sangat keren dan bagus sekali kawan, terima kasih banyak atas informasinya dan
manfaat yang di berikan oleh website ini http://is.gd/gjW7cV
Makanan Bayi 6 Bulan
16 April 2014 - 12:13:53 WIB
ikut share numpang ya om admin :) http://is.gd/j62SWH
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)