You are here
Home > BERITA KPA PROVINSI BALI > Pengidap HIV-AIDS di Bali, lebih banyak Berusia 15-39 Tahun

Pengidap HIV-AIDS di Bali, lebih banyak Berusia 15-39 Tahun

Pengelola program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, Yahya Anshori menjelaskan hingga tahun 2018, tercatat lebih dari 18 ribu lebih kasus HIV-AIDS di Bali.

Yahya Anshori Saat Orasi HIV & AIDS di Renon 2018

Yahya Anshori Saat Orasi di RenonKetika diwawancarai usai melaksanakan Monitor Evaluasi KSPAN ke Jembrana, Senin, 30 Juli 2018, Pengelola Program PMTS KPA Provinsi Bali tersebut menjelaskan, untuk Provinsi Bali, berdasarkan data terakhir, orang yang terjangkit HIV – AIDS berjumlah 18.794 orang, dan pengidap HIV – AIDS tersebut 75 persen berusia 15 – 39 Tahun.

“Semua Kabupaten/Kota di Bali sudah terpapar, dan Sebagian besar berada pada usia 15 -39 Tahun.,” kata Yahya Senin (30/7) kemarin.Berdasarkan data yang dimiliki KPA Provinsi Bali dari tahun 1987 sampai 2018, persentase penderita HIV– AIDS di Bali menunjukkan bahwa masyarakat Bali sudah mulai sadar untuk melakukan pemeriksaan awal status HIV mereka.

Yahya menuturkan, dengan angka lebih banyak penderita HIV – AIDS berusia 15-39 tahun  dalam golongan usia produktif tersebut,  artinya kelompok pada usia ini hendaknya terus mendapatkan atensi  khusus untuk penanggulangan penyebaran HIV – AIDS.

Sambungnya, adapun upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus membahayakan tersebut diantaranya, melalui Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di seluruh Bali aktif memberikan informasi, mengedukasi, serta memberikan layanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan HIV – AIDS.*** Ambara AIDS BALI

Leave a Reply

Top