You are here
Home > INFORMASI PUBLIK > Pemprov Bali dukung PERTIWI Hapus Stigma dan Diskriminasi

Pemprov Bali dukung PERTIWI Hapus Stigma dan Diskriminasi

Srikandi KPA Provinsi Bali : Dian Pebriana,no 2 dari kiri diapit Yuli, Komedian Puja Astawa, Sebelah Kanan Puja Astawa adalah Putu Padma, Ardani dan Ayu Mela Suastini.

Untuk mewujudkan Indonesia Tanpa Stigma, maka PERTIWI menggelar Kampanye Bali Zumba #Indonesia Tanpa Stigma. Acara tersebut dilaksanakan Minggu (17/2) di Lapangan Kapten Mudita Bangli Jl. Lettu Kanten, Kawan, Bangli. Dalam sambutannya, Ketua KPA Provinsi Bali yang diwakili Pengelola Program KPA Provinsi Bali Dian Febriana, SKM menegaskan,  Pemerintah Provinsi Bali mendukung kegiatan masyarakat menghapus segala jenis Stigma bagi perempuan terkait HIV & AIDS serta Narkoba.

Lebih lanjut, Dian Pebriana menambahkan, bersama kita bisa mengikis Stigma dan Diskriminasi yang selama ini dibebankan pada Perempuan Pengguna Napza. “ Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PERTIWI dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,”katanya.

Acara tersebut mengundang  8 Lembaga Peduli AIDS dan Populasi kunci. Diantaranya, Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba), Yayasan Bali Mercusuar (YBM), Yayasan Generasi Bisa (Gerasa Bali), Yayasan Kasih Kita (Yakita Bali), Yayasan Spirit Paramacita (YSP), Yayasan Gaya Dewata (YGD Bali), Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali (KPA Bali) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A Bali)

PERTIWI kepanjangan dari Perempuan Tangguh Inspirasi Wahana Imbas napza. Organisasi ini adalah komunitas Perempuan Pengguna Napza dan pasangan pengguna Napza di Bali yang didirikan berdasarkan kebutuhan akan perlunya perhatian khusus bagi pasangan dan perempuan pengguna Napza untuk dapat mengakses layanan terkait dengan HIV & AIDS, IMS, Rumah Pemulihan dan issue terkait Hak Asasi Manusia.

Meskipun Baru didirikan tanggal 1 November 2019, PERTIWI hadir untuk dapat mengakomodir hal terkait hak sebagai warga negara Indonesia, melalui pendekatan Pemberdayaan Perempuan dan Advokasi. Sebagai awal membangun mimpi, dimulai dengan berjejaring bersama lembaga dan pemangku kebijakan yang telah lebih dulu menjadi bagian dari kerja kemanusiaan di bidang HIV, Napza dan HAM di Bali, khususnya kota Denpasar.

Keterlibatan PERTIWI dalam kegiatan kampanye #IndonesiaTanpaStigma ini akan sangat membantu kita untuk bersama menyuarakan pesan dan mimpi Bali yang lebih baik dan lebih sehat bagi Perempuan Pengguna Napza serta perempuan pasangan pengguna Napza. Kesempatan ini menjadi peluang bagi Pertiwi dan mitra serta kelompok populasi kunci untuk mengajak masyarakat agar bersama mengikis prasangka yang selama ini dibebankan pada perempuan pengguna Napza.

Peran PERTIWI sangat intens melakukan kegiatan kampanye menghapus Stigma. Salah satunya adalah dengan Rumah Cemara. Dimana, ketika Rumah Cemara mengadakan kegiatan kampanye #IndonesiaTanpaStigma untuk organisasi non pemerintah yang akan dilaksanakan secara serentak pada 6 kota Besar di Bandung, Medan, Denpasar, Tangerang, Bengkulu dan Mataram. PERTIWI berkesempatan mewakili Denpasar sebagai pelaksana kegiatan kampanye yang diadakan tersebut.

Sementara itu, Koordinator PERTIWI Yayuk Fatmawati dan Ketua Pelaksana  Kegiatan, Astrid Adriana Wulandari Rejonta mengungkapkan, PERTIWI dari jauh hari sudah menyiapkan beberapa persiapan untuk kegiatan ini. Seperti sosialisasi kegiatan kampanye pada pemangku kebijakan, lembaga mitra dan komunitas populasi kunci, serta media dan sanggar atau komunitas Zumba.

Untuk menarik perhatian, PERTIWI melakukan Tarian Zumba yang akan dilakukan bersama dengan khalayak umum yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Dilanjutkan dengan testimoni Orang Dengan HIV bertujuan membantu seluruh partisipan yang hadir melihat lebih dekat bagaimana suka duka orang yang hidup dengan HIV. Tak lupa PERTIWI juga mengundang pembawa acara sekaligus Komedian merangkap Selebgram yang terkenal di Bali yaitu Puja Astawa untuk membawakan games dan quiz dengan pertanyaan seputar mitos yang berkembang di masyarakat tentang HIV & AIDS serta korban Napza dalam tema Indonesia tanpa stigma.

Puncak acara, peserta kegiatan kampanye memberikan pernyataan dengan cara meneriakkan #IndonesiaTanpaStigma dan #BaliTanpaStigma. Memberikan tanda tangan dan pesan kampanye pada spanduk yang disediakan. Setelah itu akan diadakan wawancara bersama media pada akhir kegiatan.

“Harapan kami, seluruh hasil dokumentasi akan disebar melalui jejaring sosial media untuk menumbuhkan kesadaran, pemahaman, dan dukungan terhadap perempuan dengan adiksi Napza dan HIV agar mengikis prasangka buruk yang selama ini lebih membunuh dibanding adiksi dan virus itu sendiri. Bersama kita mengikis prasangka untuk Indonesia yang lebih baik,”lanjut Astrid Adriana.*** KPA Provinsi Bali

Leave a Reply

Top