You are here
Home > BERITA KPA PROVINSI BALI > dr Agus : Masih Ada Client Tidak Minum ARV

dr Agus : Masih Ada Client Tidak Minum ARV

“Saya sangat menyayangkan beberapa client yang Tidak Minum Obat ARV. Padahal mereka sudah terpapar HIV-AIDS,”Kata narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Agus Suryadinata, ketika memberikan materi pada acara Pelatihan Penguatan Program Pencegahan HIV-AIDS Melalui Transmisi Seksual (PMTS), di ruang Jempiring Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Jln Hayam Wuruk No.152 Tanjung Bungkak Denpasar, Jumat, 6 September 2019 lalu.

Dr Agus juga menambahkan bahwa saat ini fenomena HIV-AIDS di Bali memang unik. Dimana banyak hal yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan program selain terkait obat, yaitu terkait kebijakan beberapa pimpinan daerah, seperti misalnya di Kabupaten Klungkung. Di wilayah tersebut ada fenomena menarik terkait penggunaan Kondom. Itu sedang dikoordinasikan lagi oleh instansi terkait. Dan banyak lagi yang lainnya.

Para Peserta Pelatihan Penguatan PMTS sangat serius mendengarkan penjelasan dr Agus Suryadinata terkait Pelaksanaan Teknis fenomena terkini Program Penanggulangan AIDS di Bali.

Melalui Pelatihan ini dr Agus berpesan, agar semua peserta pelatihan selalu mengingat apa yang diberikan saat pelatihan, serta senantiasa berkoordinasi dengan lembaga terkait. Sehingga program Penanggulangan AIDS, yang bertujuan untuk mencapai Fast Track 90-90-90 tahun 2030 bisa terwujud.

Dimana, capaian Fast Track 90-90-90 yang diharapkan adalah 90 % yang dites dan diketahui status HIVnya, kemudian 90 %  yang dites dan sudah diketahui status HIVnya minum ARV. Kemudian 90 % yang minum ARV tersebut dipastikan HIV tidak nampak dalam darahnya.

Yang terpenting imbuh dr Agus, adalah adanya peningkatan pengetahuan dan Keterampilan peserta dalam hal pengelolaan program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual. Acara ini berlangsung 2 hari yaitu Jumat (6/9) dan Sabtu (7/9) dan diikuti 30 orang peserta dari berbagai unsur diantaranya pengelola/pengurus Pokja Lokasi, wakil dari layanan kesehatan, Dinas Kesehatan dan KPA di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Badung, Bangli, Gianyar dan Klungkung ini berjalan cukup komunikatif. Dimana masing-masing peserta melakukan diskusi secara intens kepada narasumber.

Dalam membuka acara Pelatihan tersebut, Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Drh Made Suprapta,MM menegaskan, peran KPA memang sangat strategis untuk program Penanggulangan AIDS di Bali. Salah satu peran pentingnya adalah mengkoordinasikan, mensinkronisasi program, memfasilitasi dan mengadvokasi stakeholder.

Acara pelatihan penguatan PMTS ini diisi oleh 6 Narasumber, diantaranya Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Drh Made Suprapta, MM dengan topik Kebijakan Program Penanggulangan AIDS, Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang disampaikan Dr Agus Suryadinata mewakili Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan topik Epidemologi HIV-AIDS di Bali.

Drs Made Efo Suarmiartha selaku Direktur Yayasan Citra Usadha Indonesia dengan materi Penjangkauan, Pengelolaan Kondom dan rujukan Klien IMS, dimana YCUI salah satu LSM yang berpengalaman untuk menjangkau beberapa hotspot yang ada di Bali bersama LSM lainnya.

Drs Yahya Anshori selaku pengelola Program PMTS KPA Provinsi Bali dengan mengangkat tema Pengembangan strategi intervensi Program PMTS. Khusus untuk materi program menjangkau dan merujuk clien serta proses pengobatan IMS, diberikan oleh dr Oka Negara FIAT dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sementara terkait Pemetaan dan Monitoring PMTS diisi oleh Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali Dian Febriana, SKM.*** PP Media KPA Provinsi Bali.

Leave a Reply

Top