You are here
Home > BERITA KPA PROVINSI BALI > Rapat Koordinasi KPA dengan LSM Mitra. Dewa Suyetna : Kembalikan KPA ke TUPOKSI Awal

Rapat Koordinasi KPA dengan LSM Mitra. Dewa Suyetna : Kembalikan KPA ke TUPOKSI Awal

DENPASAR-AIDSBALI. Rapat koordinasi KPA Provinsi Bali dengan LSM Mitra  berlangsung Selasa (25/2) di ruang rapat KPA Provinsi Bali, Jln Melati, No.21 Denpasar. Acara rapat tersebut dipandu Pengelola Program Monitor Evaluasi KPA Provinsi Bali, Dian Febriana, SKM. Agenda kegiatan rapat tersebut adalah memperkenalkan Kepala Sekretariat KPA yang Baru, Anak Agung  Ngurah Patria Nugraha, S.Sos dan memantapkan keberlanjutan program Penanggulangan AIDS di Bali

Direktur Yayasan Spirit Paramacita, Putu Utami SE,MM memberikan masukan pada Kepala Sekretariat KPA yang Baru

Dalam acara tersebut, perwakilan LSM Yayasan Kerti Praja (YKP) Dewa Suyetna mengingatkan agar KPA kembali ke Tugas Pokok dan Fungsinya (TUPOKSI), yaitu mengkoordinir Penanggulangan AIDS, Memfasilitasi serta melakukan kegiatan Monitor Evaluasi terhadap kegiatan Penanggulangan AIDS secara keseluruhan di Bali. “KPA Tugasnya bukan sebagai eksekutor Program secara keseluruhan. Dan itu harus dilakukan secara bertahap,”katanya.

Dengan adanya Kepala Sekretariat yang baru, lanjut Dewa Suyetna, KPA harus memiliki terobosan baru terkait program serta kegiatan pokoknya. “Jangan fokus pada Badung dan Denpasar. Perhatikan kabupaten di luar Badung dan Denpasar. Sehingga semua aktivitas KPA 9 Kabupaten/kota bisa berjalan sesuai dengan harapan,”katanya.

Koordinator Forum Peduli AIDS Drs. Made Efo Suarmiartha mengungkapkan bahwa semua kegiatan KPA sampai detik ini masih pada tahapan advokasi saja. Hal ini menurut Direktur Yayasan Citra Usadha Indonesia ini, KPA hendaknya melakukan fasilitasi serta pencegahan dari hulu ke hilir. “Saya usulkan agar KPA harus lebih gencar melakukan fasilitasi serta mediasi terkait Penanggulangan AIDS. Tentunya juga melibatkan anak-anak KSPAN dalam setiap kegiatan penanggulangan AIDS di lapangan. Forum Peduli AIDS sangat terbuka mengajak anak-anak KSPAN terlibat dalam kegiatan tersebut,”katanya.

Sementara itu Alvon dari perwakilan Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM)  mengusulkan agar Program Penanggulangan AIDS tidak selalu monoton. “Dengan bergantinya Kepala Sekreatariat, maka program penanggulangan AIDS juga harus dievaluasi. Sehingga benar-benar sesuai dengan harapan bersama,”katanya.

HIV and AIDS Manager Program The Bali Children Project, Opy Sulaiman memberikan masukan terkait program mereka

Perwakilan dari Yayasan Kasih Pelagi Dewata, Christian Supriyadinata lebih menyoroti gebrakan yang harus didukung KPA Provinsi Bali. “Saya dengan Forum Peduli AIDS akan melakukan gebrakan program melibatkan Tokoh adat dan Agama. Kegiatan ini haruslah didukung maksimal. KPA sebagai lembaga yang senantiasa mensupport serta memfasilitasinya harus terus melakukan aktivitas ini secara berkelanjutan,”katanya.

Di sisi lain, Kelompok Jurnalis Peduli AIDS  Provinsi Bali Rofiqi Hasan menegaskan, saat ini KPA harus lebih aktif memediasi hubungan komunikasi antara para Jurnalis dengan LSM Peduli AIDS. “Ini sangat penting karena erat kaitannya dengan program yang direalisasikan di lapangan,”paparnya.

HIV and AIDS Program Manager The Bali Children Project, Opy Sulaiman justru menguatkan pandangan Ketua Forum Peduli AIDS Efo Suarmiartha, dimana program yang dibuatnya untuk anak-anak KSPAN. “Kita lebih memfokuskan pada berapa orang yang sudah diberikan sosialisasi oleh mereka,”katanya.

Sedangkan Ery dari Gerasa dan Putu Utami Dewi dari Yayasan Spirit Paramacita lebih menyoroti langkanya ARV dan Kondom di lapangan. Dengan adanya Kepala Sekretariat baru, maka Komisi Penanggulangan AIDS inipun diharapkan bisa bergerak dinamis. *** Ambara dan Ardani KPA Provinsi Bali

Leave a Reply

Top