You are here
Home > BERITA KPA NASIONAL > Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV-AIDS HUT PDIP ke-47, AA Patria Nugraha : Mari Cegah Bersama Penularan HIV-AIDS dan Jangan Diskriminasi ODHA

Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV-AIDS HUT PDIP ke-47, AA Patria Nugraha : Mari Cegah Bersama Penularan HIV-AIDS dan Jangan Diskriminasi ODHA

DENPASAR, AIDSBALI.ORG. “Penanganan HIV – AIDS dan Narkoba harus Kita lakukan bersama. HIV sebenarnya tidak mudah menular, mari cegah penularannya secara bersama dan jangan mendiskriminasi ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS). Kita sangat berterima kasih kepada PDIP, karena memberikan kesempatan kepada kami melakukan sosialisasi pada HUTnya ini. Apalagi hal ini menjadi implementasi Rakernas I PDIP dalam bidang Kesehatan yang memfokuskan pada Visi Pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru ,” Kata Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha, S.Sos saat menjadi Narasumber acara Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan HIV-AIDS HUT PDIP ke-47, di Aula Sekretariat PDIP Provinsi Bali, Jln Banteng Renon Denpasar, Sabtu (7/3).

 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan pesan Kepala Sekreatariat KPA Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha kepada peserta Sosialisasi bahaya HIV-AIDS dan Narkoba yang sebagian besar generasi millenial

Menurut Koordinator Kegiatan Sosialisasi  Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan HIV-AIDS I GA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, kegiatan ini menghadirkan 3 Narasumber yaitu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH dan Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, AA Ngurah Patria Nugraha, S.Sos, dan dipandu oleh seorang Moderator Made Sukadana Karang. Acara tersebut dibuka Ketua DPD PDIP Bali yang juga Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri lebih dari 500 orang peserta. Sebagian besar yang hadir tersebut adalah generasi muda, khususnya Pelajar SMP, SMA dan SMK di wilayah Denpasar. Juga kader PDIP Bali.

AA Ngurah Patria Nugraha pun mengungkapkan, Penularan HIV-AIDS sebenarnya tidaklah mudah. Akan tetapi bahayanya, kalau virus itu sudah ada dalam tubuh manusia. “Kita mengenal yang namanya fase jendela. Fase ini memang rentang untuk menularkan ke orang lain. Akan tetapi secara hasil tes belum kelihatan. Fase ini berkisar antara 3 sampai 6 bulan,”katanya.

Kesaksian salah satu Pengidap HIV, Yurike Ferdinandus memperkuat penjelasan AA Ngurah Patria Nugraha tersebut. Yurike Ferdinandus yang akrab dipanggil Mbak Yoke mengungkapkan bahwa Virus HIV tidak mudah menular, tapi berbahaya. “Saya adalah pengidap HIV. Saya ditularkan virus ini melalui suami saya. Tapi sampai saat ini saya masih bisa bertahan karena minum ARV,”katanya.

Salah satu anaknya, tutur Mbak Yoke, pengidap HIV Positif, tapi tetap sehat dan bersekolah seperti biasanya. Mendengar pengakuan Mbak Yoke tersebut, beberapa peserta agak tersentak kaget. Saat itulah Mbak Yoke memberikan penjelasan bahwa semua orang memiliki hak sama dalam segala hal termasuk bidang pendidikan. Para peserta pun menyadari hal itu dan suasana tenang kembali.

Photo Bersama Koordinator Pelaksana Kegiatan Sosialisasi, Narasumber, Testimoni, Ketua DPD PDIP Bali dan Perwakilan Peserta Sosialisasi setelah melaksanakan acara Sosialisasi Bahaya HIV-AIDS dan Narkoba

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster mengatakan bahwa HIV-AIDS dan Narkoba adalah penjajahan model baru. “HIV-AIDS dan Narkoba ini adalah bahaya laten yang harus kita waspadai dan cegah bersama,”katanya.

Putri Suastini Koster juga menyampaikan unek-uneknya selaku ibu anak-anak yang hadir tersebut. “Anak-anakku semuanya, ibu merasa sedih apabila ada satu anak ibu yang terpapar HIV-AIDS, apalagi terkena Narkoba. Itu artinya satu saja yang kena, maka satu generasi kita di Bali hilang. Ibu sangat sediiih sekali kalau itu sampai terjadi,”katanya.

Oleh sebab itu, Tegas Putri Suastini Koster, agar semua yang hadir saat ini  memberikan informasi ke semua keluarga. Sehingga semua terbebas dari bahaya HIV-AIDS dan Narkoba.

Saat itu pula Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH menyampaikan tentang bahaya Narkoba bagi generasi muda, dan bagaimana cara mencegahnya. “Narkoba membuat generasi kita pemikirannya terhambat. Saya tidak mengatakan stupid permanent, tapi kenyataannya memang seperti itu,”katanya.

Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH juga menegaskan, saat ini BNN terus berupaya untuk mengantisipasi semua kemungkinan penyebaran bahaya Narkoba di Bali. “Beberapa kegiatan telah kita lakukan, mulai memasukkan materi Narkoba ke Sekolah-sekolah, sampai pada memasukkan anti Narkoba ke perarem yang ada di Desa Adat,”katanya.

Kepala BNN Provinsi Bali ini juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, 102 Desa Adat sudah memasukkan program Anti Narkoba ke Perarem mereka masing-masing. Juga akan terus dikembangkan program sosialisasi ke lapangan. “Dari penelitian LIPI ternyata Bali peringkat No 1 untuk ketahanan Diri Anti Narkoba,”katanya.

Saat itu pula BNN Provinsi Bali menghadirkan salah satu Konselor yang juga mantan Pecandu Narkoba yang bernama Noldy. Noldy menceritakan bagaimana ia menjadi pecandu sampai lepas dari menjadi Pecandu. Dan sekarang menjadi Pegawai di BNN Provinsi Bali.***Ambara Pengelola Program Media KPA Provinsi Bali

Leave a Reply

Top