Awasi Anak, Jangan Sampai Terjerumus Pergaulan Bebas, Pesan Dewa Nyoman Suyetna

“Tolong awasi anak Anda, baik perempuan maupun laki-laki dalam bergaul. Karena, pergaulan saat ini di kalangan remaja, sangat beresiko dan rentan ke pergaulan bebas,”kata Konselor Yayasan Kerti Praja Dewa Nyoman Suyetna, saat diwawancara Reporter AIDSBALI, via tlp, Selasa 14 Juli 2020

Awalnya, Dewa Nyoman Suyetna mengikuti Prof Dr D.N Wirawan dalam program Penanggulangan AIDS  tahun 1990.  “Tahun 1992 Prof mendirikan Yayasan Kerti Praja. Dan saya ikut bergabung dengan beliau tahun 1993 sebagai Petugas Lapangan sampai 2009,”katanya.

Kemudian, Dewa Nyoman Suyetna juga menuturkan, dirinya juga menjadi konselor di Yayasan Kerti Praja sejak tahun 2007 sampai sekarang.

Dewa Nyoman Suyetna Koordinir rapat Petugas Lapangan Yayasan Kerti Praja (YKP)

Selain itu, dia juga menjadi Pengelola Program GF SSR YKP, yang mewilayahi Kota Denpasar  dan Kabupaten Badung sejak Juli 2009 sampai 2017.Bapak satu anak ini mengungkapkan, di YKP sekarang sudah ada Klinik Amertha, dengan 1000 pasien saat ini, dengan 300 orang perbulannya dan 28 yang positif. Kebanyakan di kalangan  Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) dan Pekerja Seks (PS) perempuan.

Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan berdasarkan hasil tes, sebanyak 10 hingga 22 orang per bulan.

“Dari jumlah tersebut, 75 persen berasal dari LSL atau yang dikenal dengan sebutan homoseksual,”ungkapnya.

Yang paling banyak sekarang tertular, lanjut Dewa Nyoman Suyetna, adalah dari LSL. “Nah persentasenya itu, misalnya ada 15 orang yang positif selama 1 bulan, 10 orangnya pasti dari kalangan LSL. Banyak sekali yang begitu sekarang,” katanya.

Kalangan LSL yang positif  HIV ini, imbuh Suyetna, rata-rata berusia 18 tahun sampai 30 tahun. Kaum homoseks yang positif  HIV ini, berdasarkan data Yayasan Kerti Praja, pada umumnya tinggal di Denpasar, Buleleng, dan Karangasem.

“Sebenarnya dari mana pun, ada saja LSL yang mengidap HIV/AIDS. Tapi yang banyak dari tiga daerah itu. Namun, asal mereka 60 persen dari luar Bali, dan 40 persen dari Bali,” ungkap pria yang sudah bergelut dengan para pengidap HIV/AIDS selama 26 tahun ini.

Dewa Nyoman Suyetna juga menghimbau kepada para orang tua agar tidak hanya mengawasi tingkah polah anak perempuan saja, namun juga anak laki-laki.***

 

Reporter : Ni Made Yuliati, SE KPA Provinsi Bali

Editor   : Yuniambara, SIP KPA Provinsi Bali

 

Biodata

Nama                 : Dewa Nyoman Suyetna, SE

Jabatan             : Pengelola Program

Alamat               : Jalan Dukuh Sari Gang Murai  No.15 Denpasar

Email                 : dsuyetna@yahoo.com

Agama               : Hindu

Status                : Menikah

Jumlah Anak   : 1 Orang

Riwayat Pendidikan  :   

1.   SD Desa Bongancina kec Busungbiu Buleleng

2.   SMP Negeri Pupuan Tabanan

3.   SMA Negeri Seririt Buleleng

4.   S1 Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar

Riwayat Pekerjaan  :   

1.  PL di Yayasan Kerti Praja sejak tahun 1993 sampai 2009

2.  Konselor di yayasan Kerti Praja sejak tahun 2007 sampai sekarang

3.  Pengelola Program GF SSR YKP yang mewilayahi Kota Denpasar  dan Kab. Badung  sejak Juli 2009 sampai 2017.

Pengalaman Pelatihan :

1. Pelatihan Konselor tahun 2007 di Buleleng

2. Pelatihan Management Capacity Traning di Bogor tahun 2009

3.  Pelatihan TOT MONEV di Jakarta tahun 2010

4.  Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Jakarta tahun 2010

5.  Pelatihan TOT PMTS di Ciloto tahun 2011

6.  Pelatihan membuat Modul POKJA Lokasi di Jakarta tahun 2011