Empat Strategi Rumah Cemara Tanggulangi HIV-AIDS dan Narkoba 2016 sampai 2021

Untuk memantapkan perjuangan melaksanakan Program Penanggulangan AIDS dan Narkoba tahun 2016 sampai dengan 2021, Rumah Cemara menggunakan 4 strategi khusus. Hal itu dijelaskan Rumah Cemara pada situs laman https://rumahcemara.or.id/wp-content/uploads/2017/01/2016-2021-Rencana-Strategis-Rumah-Cemara.pdf. Dimana keempat program tersebut telah disusun secara matang.

Keempat Rencana Strategi Rumah cemara tersebut adalah  Pertama, mendukung Keberlangsungan Program Rumah Cemara akan mendukung keberlangsungan program terutama melalui inovasi dalam rangkaian model perawatan. Rumah Cemara dikenal sebagai pelopor dalam berbagai inovasi pencegahan HIV. Lembaga ini akan memberikan dukungan terhadap tindakan pencegahan yang 9 berpusat pada komunitas dan tindakan pencegahan yang mengkombinasikan fokus pada komunitas dengan program lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA, Rumah Cemara menggunakan strategi yang sebisa mungkin membuat mereka lebih terlibat di bidang perawatan dan dukungan. Peningkatan jumlah konsumen narkoba juga menjadi perhatian karena respon nasional tidak menunjukkan perubahan sesuai dengan arah perubahan global dalam menyikapi peningkatan konsumen NAPZA nonsuntik.

Mereka akan bekerja untuk mencegah terjadinya penularan HIV di kalangan konsumen narkoba dengan mengidentifikasi praktek-praktek terbaik (best practices) dalam perawatan dan program pengurangan bahaya konsumsi narkoba (harm reduction – HR). Salah satu caranya adalah memperkenalkan dan melibatkan mereka ke dalam program tersebut melalui kemitraan dan kolaborasi yang layak.

Kedua, meningkatkan Lingkungan yang Kondusif Peningkatan lingkungan yang kondusif bagi ODHA, konsumen narkoba, LSL, waria, juga mereka yang bersinggungan seperti penjaja seks komersial (PSK), remaja, serta perempuan dan anak-anak akan dapat diraih melalui usaha-usaha advokasi, termasuk lobi. Saat ini pengidap HIV-AIDS di Indonesia masih mengalami diskriminasi di berbagai area kehidupan. Rumah Cemara akan menggunakan berbagai bukti dalam melakukan lobi dan akan bekerja sama dengan komunitas lain yang bergerak di bidang kesehatan.

Lembaga ini juga akan bekerja bersama dinas sosial, aktivis gender, aktivis HAM, serta aktivis hak-hak perempuan dan anak. Rumah Cemara juga akan memberdayakan kelompok-kelompok ODHA dan konsumen NAPZA untuk memfasilitasi perubahan, terutama dengan penggunaan teknologi dalam belajar dan berbagi pengetahuan. Lembaga ini akan meningkatkan pengalamannya dalam mengembangkan kelompok bantu diri (sel-helf group) terutama untuk kelompok marginal di masayarakat. Menggunakan olahraga, seni, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya sebagai titik masuk sekaligus media pendidikan pencegahan HIV serta saling mendukung satu sama lain (inti dari kelompok bantu diri) akan difokuskan pada anak jalanan.

Ketiga adalah mempromosikan Kesehatan dan Kesejahteraan yang Lebih Luas Rumah Cemara akan mempromosikan layanan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih luas. Fokusnya pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang merupakan penyelenggara skema Asuransi Kesehatan Nasional di Indonesia. Saat ini pelayanan BPJS menunjukkan peningkatan mutu serta memiliki jangkauan yang luas. Namun tidak dapat dipungkiri, BPJS masih memiliki banyak kelemahan dalam memberikan pelayanan.

Rumah Cemara akan mendukung penghapusan ketentuan diskriminatif yang menolak kepesertaan kelompok-kelompok marginal di BPJS. Kelompok yang diutamakan adalah mereka yang sebelumnya telah atau masih secara aktif mengonsumsi narkoba (yang saat ini menjadi pengecualian untuk mendapatkan pelayanan BPJS jika ditelusuri memiliki penyakit yang terkait dengan konsumsi narkoba). Kelompok anak jalanan juga diutamakan. Karena tidak memiliki akta kelahiran, mereka sulit terdaftar sebagai peserta BPJS. Rumah Cemara juga akan mengkampanyekan dimasukkannya paket manfaat HIV ke dalam BPJS yang saat ini dirasakan masih kurang. Lembaga inipun akan membentuk sebuah jaringan kemitraan yang luas dengan organisasi lain yang juga memiliki 10 kepedulian terhadap cakupan pelayanan kesehatan universal untuk membantu dalam hal tersebut.

Keempat adalah memperkuat Kapasitas Institusi Tujuan keempat kami ini akan memastikan bahwa Rumah Cemara dapat meraih standar tinggi yang telah kami tetapkan bagi diri mereka sendiri. Antara lain, pendanaan lembaga ini haruslah berimbang untuk memastikan kesinambungan, sehingga akan memperbanyak kegiatan penggalangan dana serta mendiversifikasi pendanaan Rumah Cemara. Sebuah upaya re-branding, disertai kegiatan kehumasan yang kuat, akan membantu kami mencapai tujuan ini.

Di saat bersamaan, Rumah Cemara akan memegang teguh sejumlah sistem manajemen, prosedur, dan praktek praktek modern sebagai bagian dari sebuah strategi pengembangan yang berkesinambungan. Hal ini untuk memastikan lembaga ini bekerja seefisien dan seefektif mungkin – serta, yang tak kalah penting, sistem kelembagaan kuat. Ini akan mencakup dijadikannya keahlian lembaga ini sebagai acuan (benchmarking), komputerisasi sistem personalia kami, memperkuat Dewan RC, serta membentuk sebuah komite keuangan dan audit.

Pemantauan dan penilaian (monitoring dan evaluasi) terhadap sistem kelembagaan Rumah Cemara akan terus berproses. Karena memiliki mitra kerja berbentuk organisasi, tujuan keempat ini tidak akan secara eksklusif berfokus pada RC. Lembaga ini menyadari adanya kebutuhan mitra untuk tumbuh, serta memenuhi standar yang sama seperti yang diinginkan. Untuk membangun kapasitas mitra, lembaga ini akan mengembangkan standar kualitas minimun yang fokus kepada tata kelola dan kelembagaan mereka. Rumah Cemara juga akan memberikan dukungan kepada para mitra untuk melakukan proses yang serupa, yaitu menuju standar akuntabilitas dan kualitas seperti yang sedang dicapai.

Rumah Cemara adalah sebuah organisasi komunitas yang berada di garis depan dan di tengah masyarakat dalam merespon epidemi HIV. Lembaga ini bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dan konsumen narkoba di Indonesia. Visi kami adalah Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Jumlah infeksi baru HIV di Indonesia meningkat sedangkan cakupan perawatan masih tergolong rendah.

Kondisi ini dipahami hingga ke tingkat internasional: Indonesia merupakan negara dengan strategi „jalur cepat‟ yang tergabung di United Nations Programme on AIDS (UNAIDS), dan Pemerintah RI telah memprioritaskan penguatan dan perluasan kesinambungan model perawatan HIV dalam Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulangan HIV-AIDS 2015-2019. Namun demikian, tetap ada beberapa tantangan besar dalam menekan laju epidemi ini, antara lain adanya penurunan pendanaan internasional, adanya ketetapan standar minimun dalam pelayanan perawatan, serta jaminan akses ke pengobatan, diagnostik, vaksin, dan metode perawatan baru yang terjangkau.

Rencana Strategi Rumah Cemara (Renstra RC) 2016-2021 memahami dan merespon pergeseran lanskap penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Demikian pula dengan organisasi Rumah Cemara, yang bertumbuh dan senantiasa mencari cara untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas. Renstra RC 2016-2021 memegang teguh pendekatan berbasis HAM dan bukti (human rights and evidence based approach).

Demikian pula komitmen terhadap inovasi yang akan kami implementasikan seiring dengan nilai-nilai dasar organisasi, yaitu menghargai keberagaman, fokus terhadap komunitas, good governance, kemitraan dan kolaborasi, serta belajar dan berbagi. Renstra RC 2016-2021 akan menjadi sebuah panduan yang untuk melakukan tindakan nyata lima tahun ke depan saat lembaga ini bekerja bersama sasaran kerja dan mitra untuk mengakhiri epidemi AIDS dan mencapai Indonesia tanpa stigma.***TIM