Gencarkan Edukasi,Tetap Waspadai HIV-AIDS saat Covid-19 Merebak, Pesan Ketua FPA Bali

Denpasar, AIDSBALI. “Semua LSM Mitra KPA serta stakeholder harus lebih gencar lagi memberikan edukasi tentang bahaya HIV dan AIDS saat pandemic Covid-19 merebak,”pesan Ketua Forum Peduli AIDS (FPA) Bali, dr Oka Negara, FIAS, saat diwawancarai AIDSBALI secara virtual, Minggu, 26 Juli 2020 lalu.

Lebih lanjut, dr Oka menegaskan, pemberian edukasi ini sangat penting, agar masyarakat Bali tetap waspada. “Kita memang harus tetap waspada penyebaran Covid-19, akan tetapi kita juga harus tetap waspada dengan fenomena HIV-AIDS di lapangan,”katanya usai  memberikan informasi, mengisi acara Seputar Bali Akhir Pekan life by phone, di Bali TV minggu 26 Juli 2020 pkl 08.00 – 09.00 wita lalu.

“Di masa pandemic segalanya menjadi susah. Walaupun sudah memasuki masa new normal belum berarti kita terbebas dari COVID-19. Kegiatan dengan pihak LSM berjalan melalui via online, kegiatan seperti edukasi masih berjalan dan juga koordinasi dengan pihak LSM berjalan melalui via Zoom Online,”katanya

Mari Bersatu Tangani HIV-AIDS saat Covid-19 merebak di Bali

Harapannya, selain gencar memberikan edukasi, dia juga berharap pelayanan di rumah sakit mengenai test VCT tetap berjalan. “Saya berharap, tantangan Covid-19 tidaklah menjadi penghalang dalam memberikan layanan kepada masyarakat Bali, hanya saja kuota bagi yang ingin melakukan test VCT hendaknya dibatasi. Karena di masa pandemi ini, masyarakat dihimbau menerapkan social distancing,”jelasnya.

Memang selama Covid-19 marak, imbuh dr Oka, ada beberapa kendala yang dialami semua pihak, dalam kegiatan Penanggulangan AIDS. “Kendala yang kita harus antisipasi adalah, tidak diperbolehkan berkumpul di keramaian, jika ada kegiatan, kegiatan tersebut hanya bisa dihadiri sebanyak 10-15 orang saja. Kemudian, koneksi internet terbatas serta keterbatasan alat komunikasi untuk mengakses informasi mengenai HIV-AIDS dan juga kegiatan online (seperti edukasi, rapat, dll). Juga, selama masa pandemi, orang yang berisiko menjadi takut untuk melakukan test VCT dikarenakan virus corona semakin merebak,”ungkapnya.

Semua ini, jelas dr Oka Negara harus diikuti dan dicarikan solusi terbaiknya. “Pada intinya, Edukasi harus kita gencarkan, layanan tetap dibuka dengan protokol Covid-19, dan Para Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) harus kita layani agar tetap sehat,”katanya.

Di sisi lain, mantan Aktivis KISARA ini juga memberikan pesan kepada para ODHA, agar rutin meminum ARV. Untuk layanan diharapkan tetap menjaga stock obat ARV. “Jika ODHA rutin mengkonsumsi ARV dan menjalani pola hidup bersih dan sehat serta mengikuti protokol kesehatan yang baik dan benar, maka kecil kemungkinan mereka terpapar Covid-19,”tegasnya.***

Reporter : Ida Ayu Masyeni Adiatmika KPA Provinsi Bali

Editor : Yuniambara KPA Provinsi Bali