KPA Bali Dukung Kegiatan P4GN BNN RI

DENPASAR, AIDSBALI.ORG “Saya didampingi PP PMTS Drs Yahya Anshori mendukung kegiatan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)  yang dilaksanakan BNN Republik Indonesia selama 2 hari, yaitu pada  30 September s.d 1 Oktober 2020 di Hotel Grand Mega Simpang Siur, Jln By Pas Ngurah Rai No 34 Denpasar,”Kata Kepala Sekretariat A.A.Ngr Patria Nugraha, S.Sos, MAP saat diwawancarai AIDSBALI.ORG, Jumat, 2 Oktober 2020.

 

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali A.A. Ngr Patria Nugraha, S.Sos, MAP dan Pengelola Program PMTS Drs. Yahya Anshori, M.Si Menghadiri Kegiatan Bimtek P4GN BNN RI di Bali.

Lebih lanjut, AA Patria menjelaskan, P4GN memiliki Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana Aksi Nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika tahun 2020-2024, kegiatan ini dihadiri Sebanyak 120 peserta di Bali, BIMTEK (Bimbingan Teknis) Penggiat P4GN dilaksanakan selama 2 hari dengan masing-masing 4 materi dalam 1 harinya. Dibagi menjadi 3 bidang yaitu dari bidang pendidikan, Desa Adat dan Instansi Pemerintah.

Sementara itu PP PMTS, Drs Yahya Anshori, M.Si menambahkan, pentingnya bidang pendidikan karena memiliki wadah yang bernama Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di seluruh SMP, SMA/K di 9 Kab Kota Se-Bali, Pada Desa Adat di Bali memiliki potensi dan local genius yang dibina desa adat yaitu Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) serta bidang Instansi Pemerintah peran pentingnya di Linkungan Instansi Sebagai Penyuluh dan Informasi yang berfungsi untuk mengembangkan Program di instansi masing-masing.

“Kegiatan ini diharapkan para prajuru adat sebagai penggerak berkolaborasi dengan KDPA untuk membantu Pencegahan HIV-AIDS di desanya masing-masing, “katanya.

Sebelumnya, ungkap Yahya Anshori, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali memang sudah memiliki hubungan dengan BNN, Kepolisian dan Dinas Kesehatan, KPAP Bali sudah memiliki Program Harm Reduction  (HR) dan Penanggulangan HIV-AIDS sejak tahun 2000an dengan bukti Program HR di Lapas Krobokan (Terapi Metadon) serta pertukaran jarum suntik di sejumlah layanan kesehatan di Bali.

KPAP Bali lanjut Yahya Anshori bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali  juga mendukung dan memfasilitasi program HR di seluruh lapas/rutan di Bali termasuk lapastik di Susut Bangli. “Lapastik di Susut Bangli bisa sebagai percontohan untuk program Napza dan penanggulangan yang perlu dijadikan laboratorium untuk penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia,”katanya.

Reporter : Ni Nyoman Suardani KPA Provinsi Bali

Editor : Yuniambara, KPA Provinsi Bali