KPA Bali Tetap Jalankan Fungsi Sejak Januari – Juni 2020, Dibayangi Covid-19

Denpasar, AIDSBALI. Masa Covid 19 marak, semua anggaran OPD termasuk KPA Provinsi Bali dialihkan fungsi dan manfaatnya, kecuali honorarium belanja pegawai serta hal urgent kesekretariatan. Meskipun demikian bukan berarti lembaga ini diam melaksanakan Sosialisasi, Koordinasi, Fasilitasi dan Mediasi. Justru lembaga ini terus gencar melaksanakan aktivitas sosialisasi dengan semua stakeholder secara virtual, serta tetap melaksanakan koordinasi secara kontinyu kepada semua pihak. Khususnya para pegiat HIV-AIDS di lapangan. Hal itu disampaikan Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, AA Ngurah Patria Nugraha, S.Sos, Selasa, 28 Juli 2020 kemarin.

“Dengan Pengelola Program (PP) yang Profesional seperti Saudara Yuniambara SIP selaku PP Media, Drs Yahya Anshori, M.Si selaku PP PMTS, Drh Made Suprapta, MM selaku PP AIDS di tempat Kerja, Dian Febriana, SKM selaku PP Monitoring dan Evaluasi, Ns Putu Padma Praesti, S,Kep selaku PP KSPAN, I GAP Jiwa Tengah selaku PP KDPA, Ayu Swastini dan Krisna Damayanti selaku bagian Keuangan serta staf administrasi lainnya, KPA tetap bisa berkiprah banyak saat ini,”katanya.

Covid-19, imbuh AA Patria Nugraha merupakan tantangan berat. Akan tetapi HIV-AIDS juga merupakan bahaya yang harus dicegah lebih dini. Memang ada beberapa slentingan yang mengatakan KPA tidak ada aktivitas dan hanya menunggu menerima honorarium saja. Akan tetapi sebenarnya, lembaga ini tetap gencar berkoordinasi.

Dari laporan kepada Gubernur Bali, Kepala Sekretariat KPA AA Ngurah Patria Nugraha, S,Sos mengungkapkan, KPA tetap melaksanakan tugasnya. Mulai dari sosialisasi via media. Baik dengan partner yang menghimpun diri melalui Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) Bali yang dikoordinir Arief Wibisono salah seorang wartawan Bali Tribune, Rofiqi Hasan, senior wartawan Tempo dengan media kumparan.com, TVRI, Radio Gema Merdeka serta yang lainnya. Kegiatan via Facebook, Instagram dan website aidsbali.org selalu mereport semua kegiatan tersebut.

KPA Provinsi Bali mengikuti Pertemuan dengan KPA se-Indonesia membahas Program yang dilaksanakan saat Pandemi Covid-19 marak pada Juni 2020

Laporan dari Januari sampai Juni 2020 menunjukkan sebagian kecil aktivitas yang dilakukan KPA secara teknis. Di bulan Maret menuju April 2020, perjuangan KPA Provinsi Bali diuji dengan langkanya ARV akibat lambatnya realisasi tender Kementerian Kesehatan. “Kita dari KPA Provinsi Bali hanya bisa memediasi proses itu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Hasilnya di pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah mengorder sejak lama. Hanya saja masalahnya di Pusat,”kata AA Ngurah Patria  Nugraha,S.Sos. Setelah melalui mediasi khusus semua komponen termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Bali, akhirnya ARV pun cepat dikirim ke Bali serta beberapa wilayah di luar Bali.

Di sisi lain, KPA juga melaksanakan sosialisasi serta bekerjasama dengan semua media dalam aktivitas sosialisasinya. Di Radio Gema Merdeka dan TVRI gencar dipromosikan apa itu HIV-AIDS dan cara pencegahannya. Sedangkan di Media Online Kumparan, Media Cetak Bali Tribune serta yang lainnya, juga melakukn aktivitas sosialisasi berkelanjutan. Hanya saja programnya terhenti, ketika situasi Covid 19 semakin marak. Tapi di sela-sela waktu, media kerjasama tersebut terus memberikan informasi terkait HIV dan AIDS di masyarakat. Pertemuan pembentukan pengurus OPSI Bali juga dimediasi KPA Provinsi Bali. Sampai akhirnya beberapa lembaga tersebut memberikan sumbangan kepedulian kepada ODHA yang terdampak Covid-19.

Banyak hal yang didapatkan dalam acara Koordinasi dengan KPA se-Indonesia bulan Juni 2020 tersebut. Mulai dari konsep koordinasi Virtual sampai langkah penanganan ODHA di layanan

Sementara itu, kegiatan lainnya masih terus berlangsung, diantaranya aktivitas Bali Children Project yang dipimpin Opy Sulaeman, melaksanakan kegiatan KSPAN melalui Daring. Aktivitas Penjangkauan melalui Program PMTS juga berjalan. Meskipun tanpa anggaran. Dan dilaksanakan secara virtual. KPA provinsi Bali juga membangkitkan semangat KPA Kab/Kota untuk melaksanakan aktivitas dengan tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan Covid-19. “Covid-19 adalah tantangan, tapi Penanggulangan AIDS juga merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan di saat pandemi Covid 19 ini merebak,”ungkap AA Ngurah Patria Nugraha.*** TIM