KSPAN Tidak Aktif Akibat Terganjal Wabah Covid-19

Denpasar, AIDSBALI. Beberapa Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di Bali sampai saat ini masih Vakum. Hal ini disebabkan oleh  wabah COVID-19, sehingga semua anggaran ekstrakurikuler ini dirasionalisasi. Akan tetapi tahun sebelumnya, kegiatan biasa berjalan dengan banyak kegiatan yang dilakukan. Hal ini diungkapkan Ns. Putu Padma Praesti, S.Kep, Pengelola Program (PP) KSPAN KPA Provinsi Bali dan didukung oleh beberapa narasumber dari sekolah lainnya, saat di wawancarai AIDSBALI via telp, Jumat, 24 Juli 2020.

KSPAN adalah Program milik Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali yang cukup banyak peminatnya dikalangan Siswa SMP maupun SMA se-Bali, Namun dibalik eksistensinya tersebut ada beberapa sekolah yang KSPAN aktif dan tidak aktif.

Ketidakaktifan KSPAN ini, dilatar belakangi dengan beberapa faktor. Diantaranya beralihnya orientasi Sekolah ke ekstra PIK-R, kemudian bergabungnya KSPAN dengan ekstra PMR, juga ekstra Pramuka, ekstra UKS dan yang lainnya. Beralihnya dan bergabungnya ekstra KSPAN ke ekstra lain, karena banyak hal.

Diantaranya karena sangat banyaknya ekstra di masing-masing sekolah dengan muatan yang mirip KSPAN. Padahal, KSPAN merupakan ekstra yang lebih mengarahkan siswa memiliki bekal hidup terkait pentingnya edukasi dini tentang kesehatan reproduksi kepada generasi penerus bangsa.

Untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan, AIDSBALI berusaha mengadakan investigasi dan mencari informasi mengapa KSPAN di beberapa sekolah tersebut tidak aktif.

Komang Wiadnyana, Pembina KSPAN SMAN 1                              Busungbiu Buleleng

Dari beberapa sumber yang telah diwawancarai mengungkapkan, KSPAN di beberapa sekolah tersebut, pernah vakum tetapi setelah adanya kunjungan dari Bali Children Project (BCF), KSPAN yang sebelumnya jalan ditempat/dapat dikatakan tidak aktif, akhirnya perlahan bangkit kembali. Hal itu disampaikan Komang Wiadnyana, Pembina KSPAN SMAN 1 Busungbiu Buleleng.

Sejak 3 tahun yang lalu, setelah diinisiasi oleh BCP, KSPAN tersebut aktif kembali sampai sekarang. Tetapi untuk administrasi kegiatan belum lengkap dan kegiatan sekarang masih hanya sebatas pemberian materi KSPAN ke anggota KSPAN dan latihan tutor sebaya

Hal senada disampaikan oleh bidang kesiswaan SMPN 3 Gianyar. “Di sekolah kami, KSPAN sebelum Covid-19 selalu aktif melaksanakan kegiatan. Karena Covid-19 ini, kita pun harus mengikuti arahan pemerintah untuk menerapkan sistem daring. Nah inilah yang mengakibatkan aktivitas KSPAN kita sedikit terganggu,”katanya.***

Reporter : Suardani KPA Provinsi Bali

Editor     :  Yuniambara KPA Provinsi Bali