Masa Pandemi Covid-19, Penyebaran KIE dan Penjangkauan HIV-AIDS Tetap Jalan

Masa Pendemi Covid-19, KPA Kota Denpasar tetap melaksanakan aktivitas penjangkauan dan penyebaran KIE HIV- AIDS ke masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19. Hal itu dituturkan Asisten Koordinator KPA Kota Denpasar, Drh Ni Wayan Sriwiyanti, saat diwawancarai Reporter aidsbali.Org via Telp, Jumat, 26 Juni 2020 lalu.

Ni Wayan Sriwiyanti menegaskan, masa Pandemi Covid 19 ini adalah sebuah tantangan besar. Meskipun demikian, Sriwiyanti yang akrab dipanggil Mbak Yanti, tetap optimis, Program Penanggulangan AIDS di Kota Denpasar bisa berjalan dengan baik.

KPA Kota Denpasar melaksanakan Pembinaan KSPAN di seluruh sekolah di Denpasar

“Memang saat ini menerapkan sistem Physical distancing. Akan tetapi semua layanan HIV-AIDS di Kota Denpasar tetap buka,”ungkapnya.

Mbak Yanti juga menceritakan bahwa sejak pandemi Covid 19  ini berlangsung, penyebaran KIE dan penjangkauan tetap jalan. Akan tetapi, imbuhnya, penyuluhan dengan mengumpulkan masyarakat yang ditiadakan.

“Kita tetap menghormati kebijakan pemerintah terkait sosial distancing. Akan tetapi kita cari celah sehingga program Penanggulangan HIV-AIDs bisa berjalan seperti biasa. Dan tanpa harus mengumpulkan massa,”akunya.

Mbak Yanti juga mengungkapkan, distribusi kondom yang sudah direncanakan tetap jalan baik di outlet lokasi maupun di layanan HIV. Layanan VCT dan CST lanjut Mbak Yanti tetap berjalan seperti biasa hanya saja menerapkan protokol kesehatan COVID-19, seperti physical distancing dengan memakai masker dan juga hand sanitizer”

Mbak Yanti juga menambahkan, walaupun saat ini anjuran dari Pemerintah kita menjalani New Normal, tetap saja kita harus mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran dari kemenkes.

“Khusus untuk kegiatan orientasi KSPAN yang seharusnya 4 Kecamatan terpaksa harus ditunda menjadi 3 kecamatan dan untuk kegiatan populasi kunci tetap jalan,”katanya.

Ditengah pandemi ini ungkap Mbak Yanti, KPA Kota Denpasar masih aktif membina KSPAN melalui via online seperti Instagram dan juga medsos lainnya***

Reporter AIDSBALI : Ida Ayu Masyeni KPA Provinsi Bali

Editor : Yuniambara KPA Provinsi Bali