Penanggulangan AIDS Saat Pandemi Covid-19 Tidak Hanya Pada Bidang Medis, Pendekatan Sosial juga Sangat Penting

Kegiatan penanggulangan AIDS tidak hanya bertumpu pada sektor medis, tetapi juga pendekatan sosial. Hal itu disampaikan Ketut Sukanata selaku perwakilan pengurus Forum Peduli AIDS (FPA) dalam acara rapat Koordinasi secara Virtual  Meeting  (Zoom) Jumat 26 Juni 2020 pukul 14.00 wita – selesai.

Acara ini berlangsung atas kerjasana Forum Peduli AIDS dengan Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba) dan diikuti oleh 32 peserta. Diantaranya adalah Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Pengelola Program HIV rumah Sakit 9 Kab/Kota, Pengelola Program KPA Kab/Kota, LSM Peduli AIDS dan Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali, Dian Febriana, SKM. Dian Febriana menuturkan, saat itu semua peserta sepakat bersama-sama menanggulangi  HIV-AIDS di masa  pandemi  dalam  menghadapi  new  normal serta berupaya untuk turut mengawasi peredaran ARV, sehingga kelangkaan ARV pada masa  pandemi  COVID-19 tidak terjadi.

“Berbagai gerak dan juga akselerasi kegiatan yang dilakukan oleh berbagai pemangku kebijakan terkait baik elemen perwakilan pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam hal ini kelompok masyarakat sipil. Sayangnya dengan kondisi perkembangan Covid-19 ini, menghadapi tantangan dalam melakukan koordinasi. Sehingga ada beberapa kegiatan dilapangan yang dirasa berat karena hanya dilakukan oleh satu atau dua pemangku kepentingan, padahal pemangku kepentingan yang lain juga melakukan hal yang sama. Hanya saja tidak terkoordinasi dengan maksimal,”katanya.

Di sisi lain, pada pandemi Covid-19 ini, sektor pendekatan sosial seperti penjangkauan, pendampingan dan konseling memiliki tantangan tersendiri. Sedangkan keberhasilan program sangat berkaitan antara pendekatan medis dan juga pendekatan sosial. Khususnya untuk menjaga capaian angka orang yang bertahan dalam perawatan dan mendapatkan pengobatan.

Perkembangan HIV di Provinsi Bali, lanjut Dian Febriana, juga terimbas perkembangan epidemic Covid-19. “Diantaranya adalah berubahnya beberapa mekanisme  intervensi  kegiatan  penanggulangan karena harus sesuai dengan prosedur  kesehatan  terkait Covid-19. Hal ini yang menjadi tantangan dalam memaksimalkan kegiatan penanggulangan HIV-AIDS,”katanya. Dian Febriana pun menambahkan, untuk mencapai  target capaian  khususnya indikator  keberhasilan  penanggulangan, diantaranya capaian orang mengetahui status HIV, capaian orang yang mendapatkan pengobatan dan capaian orang yang bertahan dalam perawatan dan mendapatkan pengobatan.

“Kedepannya kita berharap pertemuan ini didorong untuk dapat terus melakukan koordinasi secara terus menerus. Dalam upaya untuk memaksimalkan kegiatan dan saling memperkuat kegiatan dari pemangku kepentingan yang satu dengan yang lainnya. Sehingga target capaian dapat diakselerasi lebih maksimal lagi,”katanya.***

Reporter AIDSBALI : Ni Made Yuliati KPA Provinsi Bali

Editor : Yuniambara KPA Provinsi Bali