Efek Samping ARV, Mulai dari Sakit Perut sampai Kelelahan Efek Samping ARV, Mulai dari Sakit Perut sampai Kelelahan

Ketika hasil tes menunjukan positif mengidap HIV, maka pasien harus segera mengonsumsi ARV. Hal ini dilakukan agar perkembangan virus HIV dapat dikendalikan. Menunda pengobatan hanya akan membuat virus terus merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penderita HIV terserang AIDS.

Bila pasien melewatkan jadwal konsumsi obat, segera minum begitu ingat, dan tetap ikuti jadwal berikutnya. Namun bila dosis yang terlewat cukup banyak, segera bicarakan dengan dokter. Dokter dapat mengganti resep atau dosis obat sesuai kondisi pasien saat itu.

Dalam situs http://spiritia.or.id/informasi/detail/107 disebutkan bahwa efek samping yang ditimbulkan ARV adalah mengalami sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Lambat laun, gejala ini biasanya membaik dan hilang.

Kelelahan (LI 551): Odha sering melaporkan kadang-kadang merasa lelah. Mengetahui penyebab kelelahan dan menanganinya adalah penting. Anemia (LI 552) dapat menyebabkan kelelahan. Anemia meningkatkan risiko menjadi lebih sakit dengan infeksi HIV. Tes darah berkala dapat mengetahui adanya anemia, dan anemia dapat diobati.

Masalah pencernaan: Banyak obat dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut. Obat dapat menyebabkan mual, muntah, kembung, atau diare. Tanggapan yang lazim dipakai di rumah termasuk: Perut kembung dapat dikurangi dengan menghindari makanan seperti buncis, beberapa macam sayuran mentah, dan kulit sayuran.

Diare (LI 554) dapat berkisar antara gangguan kecil hingga berat. Periksa ke dokter jika diare berjalan terlalu lama atau menjadi berat. Banyak minum. Lipodistrofi (LI 553) termasuk kehi- langan lemak pada lengan, kaki dan wajah; penambahan lemak pada perut atau di belakang leher; dan peningkatan lemak (kolesterol) dan gula (glukosa) dalam darah. Perubahan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau serangan otak.

Tingkat lemak atau gula yang tinggi dalam darah (LI 123), termasuk kolesterol, trigliserida dan glukosa. Masalah ini dapat meningkatkan risiko penyakti jantung.Masalah kulit (LI 620): Beberapa obat menyebabkan ruam. Sebagian besar bersifat sementara, tetapi dapat menimbulkan reaksi berat. Periksa ke dokter jika mengalami ruam. Masalah kulit lain termasuk kulit kering dan rambut rontok. Pelembab kulit dapat membantu masalah kulit.

Neuropati (LI 555) adalah penyakit yang sangat nyeri disebabkan oleh kerusakan saraf. Penyakit ini biasanya mulai pada kaki dan tangan.Toksisitas mitokondria (LI 556) adalah kerusakan rangka dalam sel. Penyakit ini dapat menyebabkan neuropati atau kerusak- an pada ginjal, dan dapat meningkatkan asam laktik dalam tubuh.

Osteoporosis (LI 557) sering terjadi pada Odha. Mineral tulang dapat hilang dan tulang menjadi rapuh. Kehilangan aliran darah dapat menyebabkan masalah pinggul. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen. Olahraga angkat beban atau berjalan kaki dapat membantu. Garis Dasar

Sebagian besar orang yang memakai obat antiretroviral mengalami beberapa efek samping. Namun, jangan menganggap kita akan mengalami semua efek samping yang kita pernah dengar!

Cari informasi tentang efek samping yang paling umum dan bagaimana menangani- nya. Baca lembaran informasi tentang obat yang bersangkutan dan efek sampingnya. Sediakan jamu/obat yang lazim dipakai di rumah dan bahan lain yang dapat membantu menangani efek samping.

Sementara itu, dalam situs https://www.alodokter.com/hiv-aids/pengobatan disebutkan, pasien pengigap HIV dapat mengonsumsi lebih dari 1 obat ARV dalam sehari. Karena itu, pasien perlu mengetahui efek samping yang timbul akibat konsumsi obat ini, di antaranya: Diare, Mual dan muntah, Mulut kering, Kerapuhan tulang, Kadar gula darah tinggi, Kadar kolesterol abnormal, Kerusakan jaringan otot (rhabdomyolysis), Penyakit jantung, Pusing, Sakit kepala, Sulit tidur dan Tubuh terasa lelah.

Pengobatan HIV perlu dilakukan secara bertahap dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk memiliki asuransi kesehatan saat berobat. Dengan begitu, Anda tidak perlu memikirkan biaya pengobatan dan proses pengobatan bisa lebih optimal.***Ardani dan Ambara KPA Provinsi Bali